Delta Post, Sidoarjo – Arah kebijakan pendidikan nasional kembali memberi dampak konkret di daerah. Kabupaten Sidoarjo menjadi salah satu wilayah yang memperoleh tambahan kuota program revitalisasi satuan pendidikan, memperluas jangkauan manfaat hingga puluhan sekolah.
Peresmian program tersebut dipusatkan di SMP Negeri 4 Sidoarjo, Selasa (14/4/2026), dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., bersama Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana, Ketua DPRD H. Abdillah Nasih, S.M., serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo Dr. Tirto Adi, M.Pd., dan jajaran guru se-Kabupaten Sidoarjo.
Di balik seremoni tersebut, terdapat keputusan strategis dari pemerintah pusat. Jumlah penerima manfaat program revitalisasi yang semula 29 satuan pendidikan pada 2025 kini meningkat menjadi 45 sekolah, dengan total anggaran mencapai sekitar Rp45 miliar dari APBN.
Penambahan ini bukan tanpa alasan. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo secara aktif mengajukan perluasan program kepada kementerian terkait. Usulan tersebut langsung mendapat respons positif.
“Kami berharap Pak Mendikdasmen menambah kuota revitalisasi satuan pendidikan di Sidoarjo lebih banyak lagi,” pinta Wabup Mimik Idayana.
Sebelumnya, pada 2025, alokasi revitalisasi mencakup 2 taman kanak-kanak (TK), 24 sekolah dasar (SD), dan 3 sekolah menengah pertama (SMP) dengan total anggaran Rp20,3 miliar.
“Program revitalisasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI menegaskan bahwa arah kebijakan pendidikan nasional saat ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga pada penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan pendidikan.
“Kami berharap gedung yang sudah dibangun ini dirawat dengan baik dan digunakan secara maksimal untuk mencetak peserta didik yang berkualitas,” tegasnya.

Lebih jauh, kebijakan pendidikan nasional tidak hanya berfokus pada infrastruktur. Penguatan sumber daya manusia menjadi pilar utama, sejalan dengan arah pembangunan nasional.
“Kami menyampaikan apresiasi atas apa yang telah disampaikan oleh Wakil Bupati Sidoarjo. Hal ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden dalam Asta Cita keempat, yaitu penguatan sumber daya manusia yang berkualitas melalui sektor pendidikan. Terdapat dua prioritas utama yang menjadi fokus pemerintah, yaitu program revitalisasi satuan pendidikan serta peningkatan kualitas dan kualifikasi tenaga pendidik”.
Secara nasional, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah merevitalisasi 16.167 satuan pendidikan. Program tersebut akan terus diperluas pada 2026 dengan target tambahan puluhan ribu sekolah di seluruh Indonesia.
Selain pembangunan fisik, penguatan ekosistem pembelajaran juga dilakukan melalui digitalisasi. Secara nasional, lebih dari 68 ribu perangkat pendukung internet telah disalurkan, dengan 1.577 satuan pendidikan berada di Sidoarjo.
“Kami berharap seluruh sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik guna mendukung kualitas pembelajaran di Sidoarjo,” harapnya.
Di sisi lain, peningkatan kualitas tenaga pendidik juga mendapat perhatian melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Sebanyak 12.500 guru memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan S1, dengan target kelulusan angkatan pertama pada pertengahan 2026 dan berlanjut ke sertifikasi Pendidikan Profesi Guru (PPG).
Komitmen penguatan pendidikan juga diperkuat di tingkat daerah. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengalokasikan sekitar Rp7,1 miliar dari APBD untuk pembangunan SMP Negeri 2 Tulangan dan SMP Negeri 2 Prambon, serta program rehabilitasi lainnya.
“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo, Dr. Tirto Adi, menilai sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci percepatan peningkatan mutu pendidikan.
Langkah-langkah yang telah dijalankan ini menunjukkan bahwa transformasi pendidikan di Kabupaten Sidoarjo bergerak ke arah yang semakin terarah dan berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi fondasi penting dalam memastikan setiap program tidak hanya terlaksana, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan mutu pembelajaran. (AR)
#RevitalisasiSekolahSidoarjo
#ProgramPendidikan2026
#Kemendikdasmen












