Beranda / Sosial / DPRD, Disperindag, APKLI dan LSM FPSR DPD Sidoarjo Cari Solusi Kebangkitan Pasar Wonoayu

DPRD, Disperindag, APKLI dan LSM FPSR DPD Sidoarjo Cari Solusi Kebangkitan Pasar Wonoayu

Delta Post, Sidoarjo – Sepinya aktivitas jual beli di Pasar Wonoayu memunculkan perhatian berbagai pihak. Kondisi tersebut menjadi pembahasan dalam sarasehan dan diskusi panel yang digelar di Kecamatan Wonoayu dengan melibatkan pelaku usaha kecil, DPRD Sidoarjo, Disperindag Sidoarjo, Danramil 0816/13 Wonoayu, Kapolsek Wonoayu, Ketua IWAPI Sidoarjo, serta Ketua LSM FPSR DPD Sidoarjo, Rabu (13/5/2026).

Forum tersebut digelar sebagai upaya mencari solusi agar pasar tradisional itu kembali hidup dan mampu menarik minat pedagang maupun pembeli. Meski memiliki bangunan yang dinilai cukup baik, Pasar Wonoayu disebut masih belum ramai ditempati pedagang.

Dalam forum, anggota Komisi B DPRD Kabupaten Sidoarjo, Supriyono, menilai perlu adanya langkah konkret agar Pasar Wonoayu kembali ramai. Salah satu usulan yang mencuat ialah memberikan kelonggaran sementara kepada para penyewa kios maupun ruko.

“Mari kita berkolaborasi memajukan, meramaikan, dan mencari solusi terbaik untuk menciptakan Pasar Wonoayu sesuai yang diharapkan, terutama bagi pengelola pasar,” ujarnya.

Menurutnya, kebijakan tersebut dapat menjadi stimulus awal agar pedagang lebih tertarik membuka usaha di Pasar Wonoayu. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak untuk membangun ekosistem perdagangan yang sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua APKLI DPD Sidoarjo, Sri Wahyuningsih, berharap perhatian terhadap pasar tradisional terus diperkuat agar pelaku UMKM dapat berkembang. Ia juga mengajak para pelaku usaha kecil untuk bersama-sama membangun Pasar Wonoayu agar lebih ramai dan berkembang sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar lain di Sidoarjo seperti Pasar Sukodono maupun Pasar Krian.

“Para pelaku usaha kecil harus terus maju dan bersama-sama meramaikan Pasar Wonoayu agar bisa menjadi pusat perdagangan yang hidup seperti pasar-pasar lain di Sidoarjo,” ucapnya.

Perwakilan Disperindag Kabupaten Sidoarjo, Handaka, menilai penguatan kolaborasi menjadi faktor penting dalam penataan pasar tradisional. Dukungan masyarakat sekitar dinilai berpengaruh besar terhadap keberlangsungan aktivitas perdagangan di Pasar Wonoayu.

“Perlu penataan pasar yang lebih baik dan lebih ramai dengan kolaborasi seluruh pihak serta dukungan masyarakat Kecamatan Wonoayu agar tercipta solusi yang lebih baik untuk kemajuan pasar,” ungkapnya.

Selaras dengan pandangan DPRD, Ketua LSM FPSR DPD Sidoarjo, Agus Harianto, dalam diskusi publik tersebut juga mengusulkan adanya relaksasi sementara untuk menarik minat pedagang menyewa lapak. Ia menilai kegiatan diskusi seperti itu perlu dilakukan secara berkelanjutan agar solusi yang dihasilkan benar-benar tepat sasaran.

Menurutnya, aturan sewa lapak juga perlu dievaluasi. Sebab, biaya sewa yang dinilai cukup tinggi menjadi salah satu kendala pedagang untuk menempati kios di tengah kondisi pasar yang masih sepi pembeli.

“Kalau bisa digratiskan dulu beberapa bulan agar pedagang merasakan hasilnya terlebih dahulu. Setelah pasar mulai ramai baru ditarik retribusi, namun jangan terlalu mahal karena rata-rata pedagang ekonominya menengah ke bawah,” ujarnya.

Melalui sarasehan dan diskusi panel tersebut, seluruh pihak berharap Pasar Wonoayu dapat kembali tumbuh sebagai pusat perdagangan rakyat yang ramai, nyaman, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Kolaborasi antara pemerintah, pedagang, pelaku UMKM, serta masyarakat dinilai menjadi kunci utama untuk menghidupkan kembali denyut ekonomi pasar tradisional di Kecamatan Wonoayu.

(AR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *