Delta Post, Sidoarjo – Penguatan tata kelola dan akselerasi digitalisasi mulai menunjukkan dampak nyata bagi Perumda Delta Tirta Sidoarjo. Perusahaan daerah itu kembali meraih penghargaan tertinggi dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, sekaligus mempertahankan capaian bintang 5 yang diraih tahun sebelumnya.
Penghargaan tersebut diserahkan di Jakarta pada Senin (13/4/2026) dan diterima langsung Direktur Utama Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Ir. Dwi Hary Soeryadi, M.M.T. Tidak hanya perusahaan, apresiasi juga diberikan kepada pimpinan daerah sebagai pembina, mempertegas sinergi antara manajemen dan pemerintah daerah dalam mendorong kinerja BUMD.
Di balik capaian tersebut, perusahaan masih dihadapkan pada sejumlah tantangan mendasar.Tingkat kehilangan air (Non-Revenue Water/NRW) yang masih berada di angka 34,06 persen menjadi pekerjaan rumah yang terus dibenahi. Di sisi lain, cakupan layanan air minum baru menjangkau 35,09 persen dengan total 186.349 sambungan pelanggan.
“Cakupan layanan kami masih 35 persen, dan NRW saat ini masih 34 persen. Ini menjadi tantangan utama yang terus kami benahi,” jelasnya.
Meski demikian, layanan distribusi air kepada pelanggan tetap dijaga mengalir selama 24 jam. Stabilitas layanan ini menjadi indikator bahwa perbaikan sistem mulai berjalan, meski belum sepenuhnya ideal.
Transformasi digital menjadi salah satu strategi utama untuk menutup celah kinerja tersebut. Perusahaan mulai mengimplementasikan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) melalui proyek percontohan guna meningkatkan efisiensi distribusi air sekaligus menekan kebocoran.
Selain itu, integrasi sistem berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) yang telah berjalan sejak 2021 terus diperkuat dengan pengembangan Digital Asset Management System (DMAS). Sistem ini menghubungkan berbagai lini operasional, mulai dari pemasangan sambungan baru, keuangan, pengelolaan SDM, hingga proses pengadaan dan evaluasi kinerja.
“Seluruh proses internal perusahaan saat ini sudah terintegrasi. Ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi dan transparansi,” tambah Dwi Hary.
Menariknya, pengembangan teknologi tersebut dilakukan secara mandiri oleh tim internal perusahaan. Langkah ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga memperkuat kemandirian digital dalam jangka panjang.Berdasarkan hasil audit BPKP tahun 2024, Perumda Delta Tirta mencatat skor kinerja sebesar 3,18.
Sementara itu, audit untuk tahun buku 2025 masih dalam proses penilaian. “Fokus kami adalah bagaimana tata kelola dan digitalisasi menjadi kunci dalam membangun kinerja bisnis sekaligus meningkatkan layanan Perumda Delta Tirta Sidoarjo,” ujarnya.
Ke depan, perusahaan menargetkan perluasan cakupan layanan dan penurunan NRW secara bertahap melalui optimalisasi teknologi serta pembangunan infrastruktur baru, termasuk rencana pengembangan Instalasi Pengolahan Air (IPA).
Capaian bintang 5 dalam dua tahun berturut-turut menjadi sinyal bahwa arah pembenahan yang ditempuh mulai berada di jalur yang tepat. Namun, konsistensi perbaikan tetap menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. (Red)
#DeltaTirtaSidoarjo
#TOPBUMDAwards2026












