Delta Post, Sidoarjo – Percepatan peningkatan kualitas hunian warga Sidoarjo mulai menunjukkan hasil konkret. Setelah sebelumnya berhasil mengamankan anggaran pusat untuk proyek infrastruktur, kini pemerintah daerah kembali memperoleh tambahan dana signifikan untuk program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
Tahun 2026 ini, pemerintah pusat mengalokasikan dana sebesar Rp36 miliar yang diperuntukkan bagi perbaikan 1.200 unit rumah. Dengan asumsi anggaran Rp30 juta per unit, jumlah penerima manfaat dipastikan meningkat drastis dibandingkan rencana awal.
Wakil Bupati Sidoarjo yang akrab disapa Mak Mimik mengungkapkan, tambahan anggaran tersebut merupakan hasil komunikasi intensif dengan pemerintah pusat. Ia bahkan membuka peluang jumlah rumah yang direhab bisa bertambah dari target saat ini.
“Saya justru berharap bisa berkembang menjadi 1.500 unit,” kata Mak Mimik, Senin (6/4/2026).
“Karena dari pagu rehab rumah per unit Rp 30 juta, namun bisa saja habis cuma Rp 20 juta atau Rp 25 juta. Nah, sisanya tentunya bisa digunakan rehab rumah lainnya yang belum masuk daftar,” tambah Mak Mimik.
Lonjakan ini membuat total sasaran program RTLH di Sidoarjo melejit dari semula 164 unit menjadi 1.364 unit. Angka tersebut merupakan gabungan antara program kolaborasi pemerintah daerah dengan Basnaz serta tambahan dari dana pusat.
Namun demikian, pola pelaksanaan program tidak sepenuhnya seragam. Untuk program yang didanai Basnaz, pengerjaan dilakukan oleh Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang.
Sementara untuk program yang bersumber dari dana pusat, pelaksanaan diserahkan kepada kelompok masyarakat (Pokmas) di masing-masing desa.
Mak Mimik menjelaskan, skema pengajuan bantuan dari pusat dilakukan melalui proposal yang diajukan pemerintah desa. Setelah disetujui, dana langsung ditransfer ke rekening desa terkait.
“Jadi usulan mendapatkan suntikan dana pusat itu by proposal. Alhamdulillah, sudah disetujui pusat, dan dananya langsung ditransfer ke masing-masing pemerintahan desa,” tambahnya.
Dengan skema tersebut, pemerintah berharap proses pelaksanaan bisa berjalan lebih cepat. Bahkan, pekerjaan fisik ditargetkan mulai dalam waktu dekat setelah dana diterima.
“Ya, harapan saya bulan depan rehab RTLH dari dana pusat itu sudah bisa dimulai yang pengerjaannya diserahkan ke Pokmas masing-masing desa,” tegasnya.
Di sisi lain, program RTLH yang didanai melalui kolaborasi Pemkab Sidoarjo dan Basnaz juga terus berjalan. Hingga awal April, puluhan rumah warga telah diperbaiki dengan fokus pada bagian vital seperti atap, lantai, dan kamar mandi demi meningkatkan kenyamanan dan keamanan penghuni.
Mak Mimik menegaskan, dirinya akan turun langsung memastikan program berjalan sesuai harapan, baik dari sisi kualitas maupun jumlah penerima manfaat.
“Saya sendiri yang langsung melakukan pengawasan di lapangan dan kita harapkan tidak ada yang main-main dalam pelaksanaan program RLTH ini,” tegasnya. (Red)
#RTLH_Sidoarjo
#BedahRumah2026












