Delta Post, Jakarta – Pemerintah terus mempercepat distribusi bantuan sosial (bansos) bagi korban bencana di wilayah Sumatera. Total anggaran yang telah digelontorkan Kementerian Sosial (Kemensos) kini menembus lebih dari Rp54,57 miliar, dengan cakupan penerima yang terus bertambah.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan, penyaluran bantuan tidak hanya berfokus pada jaminan hidup (jadup), tetapi juga menyasar pemulihan ekonomi warga serta pemenuhan kebutuhan dasar rumah tangga.
“Yang kedua, saya juga ingin menyampaikan informasi bahwa bantuan sosial kebencanaan di Sumatera terus berlangsung sampai hari ini. Kita sudah menyalurkan bantuan sosial berupa isian rumah, berupa stimulan ekonomi dan jaminan hidup kepada lebih dari 60.000 keluarga dan 170.000 lebih penerima manfaat untuk jaminan hidup. Sementara di data kami sampai hari ini sudah ada 75.000 KK yang sudah terverifikasi dan 270 jiwa ya yang sudah terverifikasi untuk penerima Jadup (jaminan hidup),” kata Gus Ipul dalam konferensi pers di Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Data Kemensos menunjukkan, jumlah penerima jadup bahkan telah melampaui 200 ribu jiwa. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses verifikasi yang terus berjalan di lapangan.
“Saya ulang sekali lagi untuk Jadup yang sudah disalurkan sudah lebih dari 200.000 jiwa. Sementara hari ini atau besok juga akan disalurkan kepada keluarga penerima manfaat dan penerima manfaat untuk Jadup di tiga kabupaten, Tamiang, Kabupaten Pidie Jaya, dan yang satu lagi di Kabupaten Agam. Juga tambahan satu lagi untuk Bireuen ya,” katanya.
Distribusi bantuan difokuskan pada sejumlah wilayah terdampak berat di Aceh dan Sumatera Barat. Kabupaten Bireuen menjadi daerah dengan alokasi terbesar, disusul Pidie Jaya dan Agam.
Di Bireuen, anggaran lebih dari Rp22 miliar digelontorkan untuk ribuan keluarga terdampak, mencakup kebutuhan jadup hingga bantuan isian rumah dan stimulan ekonomi.
“Untuk Kabupaten Bireuen Provinsi Aceh sebanyak Rp 22.104.900.000. Ini diperuntukkan kepada 16.334 jiwa atau 4.759 KK. Itu artinya 16.000 jiwa itu lebih untuk Jadup dan 4.000 KK lebih itu untuk isian rumah dan untuk stimulan ekonomi,” terang dia.
Sementara itu, Kabupaten Pidie Jaya menerima alokasi lebih dari Rp20 miliar untuk puluhan ribu penerima manfaat, baik individu maupun kepala keluarga.
“Kemudian yang berikutnya juga untuk Kabupaten Pidie Jaya sebanyak Rp 20.758.950.000. Jaminan ini diperuntukkan bagi 15.377 jiwa untuk jaminan hidup dan 4.325 KK untuk isian rumah dan stimulan ekonomi,” kata Gus Ipul.
Di Sumatera Barat, Kabupaten Agam turut menjadi sasaran utama penyaluran bantuan, dengan total anggaran lebih dari Rp11 miliar yang difokuskan pada jadup, santunan ahli waris, serta korban luka.
“Untuk Kabupaten Agam Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp 11.708.250.000 terdiri dari bantuan jaminan hidup untuk 8.195 jiwa sebesar 11 miliar lebih. Yang kedua santunan ahli waris tahap dua untuk 8 [ribu] jiwa, 120 juta rupiah, dan santunan korban luka untuk 105 jiwa sebesar 525 juta rupiah,” ungkap dia.
Percepatan distribusi dilakukan dengan melibatkan PT Pos Indonesia sebagai mitra penyalur. Bahkan, layanan tetap berjalan meski memasuki hari libur guna memastikan bantuan segera diterima masyarakat.
“Dan sekaligus yang akan disalurkan mulai besok sampai mudah-mudahan hari Senin sudah selesai karena meskipun hari Minggu PT Pos Indonesia akan tetap, meskipun hari libur PT Pos Indonesia akan mencoba untuk tetap menyalurkan. Ini yang bantuan untuk Sumatera dan insyaallah pada minggu-minggu berikutnya kita juga akan menuntaskan seluruh data-data yang sudah terverifikasi untuk sesegera mungkin kita bisa salurkan,” tandas dia.
Kemensos menargetkan seluruh data penerima yang telah terverifikasi dapat segera dituntaskan dalam beberapa pekan ke depan, seiring percepatan proses distribusi di lapangan. (Red)
#BansosSumatera
#Kemensos












