Beranda / Sosial / Dari Ruwat Desa ke Identitas Pesisir: “Banjar Kemuning” Jadi Simbol Budaya Sedati

Dari Ruwat Desa ke Identitas Pesisir: “Banjar Kemuning” Jadi Simbol Budaya Sedati

Deltapost, Sidoarjo – Tradisi ruwat desa yang digelar masyarakat pesisir Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, tahun 2026, tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan penolak bala. Dari ruang budaya itulah lahir sebuah karya musik yang kini mulai diposisikan sebagai simbol identitas kolektif warga pesisir, lagu berjudul “Banjar Kemuning.”

Lagu tersebut merupakan ciptaan Alwan Suyuti, putra daerah yang akrab disapa Bang Tiger. Karya ini lahir dari pembacaan mendalam atas realitas sosial masyarakat nelayan. tentang laut sebagai sumber penghidupan, ruang pengharapan, sekaligus medan perjuangan yang tak pernah benar-benar ramah.

Dalam liriknya, laut tidak diperlakukan sekadar bentang alam. Ia hadir sebagai ruang hidup yang menyimpan doa-doa nelayan, kecemasan keluarga yang ditinggal melaut, hingga harapan akan kesejahteraan yang terus diperjuangkan. Narasi tersebut menjadikan lagu “Banjar Kemuning” bukan sekadar hiburan, melainkan potret sosial masyarakat pesisir Sedati.

Menariknya, karya ini juga menempatkan perempuan pesisir sebagai elemen penting dalam struktur kehidupan desa. Ketegaran perempuan Banjar Kemuning digambarkan sebagai fondasi keluarga nelayan, nilai yang kemudian diterjemahkan ke dalam Tari Banjar Kemuning. Tarian ini memvisualkan sosok perempuan tangguh dengan laut sebagai panggung budaya, merekam denyut keseharian warga pesisir.

Kepala Desa Banjar Kemuning, H. M. Zainul Abidin, menilai lagu tersebut memiliki makna strategis bagi desa. Menurutnya, karya ciptaan Alwan Suyuti bukan hanya dokumentasi budaya, tetapi juga berpotensi menjadi identitas kolektif yang menyatukan warga.

“Insyaallah dalam waktu terdekat kami akan membuat video klip lagu Banjar Kemuning. Harapannya, lagu ini bisa menjadi sarana untuk mengenalkan Desa Banjar Kemuning ke seluruh Nusantara,” ujar Abah Zainul.

Rencana produksi video klip itu, lanjutnya, akan mengangkat lanskap pesisir secara utuh. Tidak hanya menonjolkan keindahan visual laut, tetapi juga aktivitas keseharian nelayan, nilai religius, serta praktik budaya yang tumbuh dan hidup di tengah masyarakat Banjar Kemuning. Pendekatan visual tersebut diharapkan mampu menjangkau publik yang lebih luas sekaligus menumbuhkan rasa bangga warga terhadap desa mereka sendiri.

Melalui penguatan karya seni yang lahir dari rahim masyarakat, Pemerintah Desa Banjar Kemuning berharap lagu “Banjar Kemuning” ciptaan Alwan Suyuti (Bang Tiger) dapat terus dikembangkan sebagai ikon budaya desa. Lebih dari sekadar pengiring ruwat desa, lagu ini diharapkan hidup lintas generasi sebagai penanda jati diri masyarakat pesisir Banjar Kemuning. Pungkasnya. (Edy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *