
Delta Post, Sidoarjo – Suasana tenang di Warkop Layang-Layang, Desa Wunut, Kecamatan Porong, mendadak berubah mencekam saat sekelompok remaja diduga gangster menyerbu lokasi pada Jumat (8/5/2026) dini hari. Aksi brutal yang terekam kamera CCTV itu kini viral di media sosial dan memicu keresahan warga sekitar.
Dalam rekaman yang beredar, belasan remaja terlihat memasuki area warung sambil membawa sejumlah senjata berbahaya. Mereka diduga sedang memburu kelompok lain yang lebih dulu mencari perlindungan di dalam warkop.Penjaga warung, Rico (19), mengungkapkan situasi berlangsung sangat cepat hingga membuat pengunjung panik. Sekitar enam pemuda disebut berlari masuk ke lokasi untuk meminta pertolongan karena dikejar kelompok lain dengan jumlah lebih banyak.
“Awalnya ada sekitar enam anak dari luar daerah lari masuk ke warkop minta tolong. Mereka dikejar sekitar 15 orang. Yang ngejar bawa celurit dua orang, ada yang bawa ketapel isi peluru bulat, sama besi panjang,” ujar Rico, Minggu (10/5/2026).
Tak lama berselang, kelompok pengejar langsung menyerbu masuk ke area warung. Mereka mencari para pemuda yang bersembunyi sambil membawa celurit, ketapel berisi peluru besi, hingga batang besi panjang.
Kondisi itu membuat suasana warkop seketika ricuh. Sejumlah pengunjung memilih diam ketakutan karena aksi para pelaku berlangsung agresif dan tanpa peringatan.
Selain mengejar korban, para remaja tersebut juga merusak sejumlah fasilitas di lokasi. Kursi berhamburan, beberapa sepeda motor mengalami kerusakan, hingga bagian asbes warung berlubang diduga akibat terkena peluru ketapel.
“Mereka sampai masuk ke pintu warkop. Kursi-kursi ditabrak, sepeda motor dirusak, asbes kena ketapel sampai bolong, kabel juga ada yang putus. Saya kaget dan takut karena datangnya tiba-tiba,” tambahnya.
Usai membuat keributan, kelompok remaja itu langsung meninggalkan lokasi. Pemilik Warkop Layang-Layang, Tio (28), mengaku baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapat kabar dari warga karena saat kejadian dirinya berada di rumah.
“Saya tahunya dari cerita orang-orang. Jadi pas kejadian saya di rumah, lagi tidur. Tidak ada kaitannya sama sekali dengan kejadian itu,” kata Tio.
Meski demikian, kerusakan di lokasi disebut tidak terlalu parah dan sebagian sudah diperbaiki. Rekaman CCTV dari area warkop juga telah diserahkan kepada pihak kepolisian guna kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Porong Kompol Madya Wira Aji Kusuma membenarkan adanya peristiwa tersebut. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi.
“Benar, ada kejadian sekelompok remaja diduga mengejar kelompok lain sampai masuk ke warkop. Dari keterangan saksi, ada yang membawa sajam jenis clurit,” ujar Wira.
Polisi memastikan tidak ada korban luka maupun kerusakan berat akibat kejadian tersebut. Situasi di sekitar lokasi juga disebut telah kembali kondusif setelah aparat melakukan penanganan.
Dalam proses penyelidikan, polisi sempat mengamankan tiga remaja yang dicurigai warga terkait aksi gangster itu. Namun setelah dilakukan pemeriksaan, ketiganya dipastikan tidak terlibat. (ADP)
#GangsterPorong
#WarkopLayangLayang
#PolsekPorong











