Beranda / Religi / Halal Bihalal Rumah Jeda Ruang Rasa: Refleksi Spiritual, Menundukkan Ego hingga Merajut Persaudaraan Abadi

Halal Bihalal Rumah Jeda Ruang Rasa: Refleksi Spiritual, Menundukkan Ego hingga Merajut Persaudaraan Abadi

Delta Post, Sidoarjo – Komunitas Rumah Jeda, Ruang Rasa menggelar peringatan Halal Bihalal 1447 Hijriyah pada Sabtu malam (04/04) dengan penuh khidmat di Paseban Rumah Jeda. Mengusung tema filosofis “Hari Raya: Dari Makna ke Realita, Dari Lisan ke Laku”, kegiatan ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi para pegiat serta masyarakat sekitar.

Acara tersebut tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, melainkan juga wadah kontemplasi spiritual yang mengajak peserta untuk memahami makna Idul Fitri secara lebih esensial, yakni kembali pada kesucian diri melalui pembersihan hati dan pengendalian ego.

Dalam sambutannya, Cak Krisna selaku pengurus komunitas mengulas Halal Bihalal dari perspektif budaya Nusantara. Ia menekankan bahwa tradisi ini berakar dari filosofi Sangkan Paraning Dumadi, yang mengajarkan manusia untuk memahami asal-usul dan tujuan hidupnya.

“Idul Fitri adalah momentum untuk kembali ke fitrah, ke asal muasal manusia yang suci. Proses saling memaafkan bukan sekadar formalitas, tetapi bagian dari perjalanan batin untuk menundukkan ego dan melepaskan beban dendam,” ujarnya.

Senada dengan itu, Gus Fattah menegaskan bahwa makna memaafkan harus melampaui ucapan di bibir. Menurutnya, keikhlasan hati menjadi kunci utama dalam membangun hubungan yang harmonis dan berkelanjutan.

“Maaf itu tidak cukup diucapkan, tetapi harus benar-benar dihayati dalam hati dan diwujudkan dalam tindakan. Persaudaraan yang kita bangun di Ruang Rasa diharapkan tidak hanya berhenti di dunia, tetapi terus terjalin hingga akhirat,” tegasnya.

Sementara itu, pendiri Rumah Jeda, Gus Sholah Ulayya, mengajak seluruh peserta untuk kembali kepada jati diri sejati manusia melalui konsep “Bali neng Jati”. Ia menyampaikan bahwa Rumah Jeda hadir sebagai ruang jeda dari hiruk-pikuk kehidupan untuk menata rasa, memperkuat syukur, dan memperdalam kesadaran diri.

“Di sinilah tempat kita berhenti sejenak, mengolah rasa, dan kembali mengenali siapa diri kita sebenarnya,” ungkapnya.

Pada momentum tersebut, Gus Sholah juga mengumumkan kembali aktivasi sejumlah program unggulan komunitas. Di antaranya adalah program Ngabdi (Ngaji Diri) yang rutin digelar setiap Sabtu malam sebagai ruang pembelajaran batin, serta program baru Tadarus Al-Qur’an Dewasa yang diperuntukkan bagi kalangan orang tua atau dewasa untuk belajar membaca Al-Qur’an, dilaksanakan setiap Selasa malam selepas Magrib.

Selain itu, kegiatan juga dilengkapi dengan dzikir dan doa bersama setelah salat Isya, meliputi pembacaan Surah Al-Waqiah dan Asmaul Husna sebagai penutup rangkaian acara.

Melalui berbagai program tersebut, Rumah Jeda, Ruang Rasa diharapkan mampu menjadi oase spiritual yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Pesawahan dan sekitarnya, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan, keikhlasan, dan harmoni dalam kehidupan sosial.

Tentang Rumah Jeda, Ruang Rasa
Rumah Jeda, Ruang Rasa merupakan komunitas literasi spiritual yang memadukan nilai moderasi beragama dengan kearifan lokal Nusantara. Berlokasi di kawasan Candi Pari RT 01, depan Balai RW, Desa Pesawahan, komunitas ini aktif menghadirkan ruang-ruang refleksi dan pembelajaran batin bagi masyarakat luas.
(Gus)

Kontak Media:
Instagram: @ruangrasa_official / @ruang.rasa_ku

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *