Beranda / Pemerintah Daerah / Haul Masyayikh Sidogiri ke-6, Wabup Sidoarjo Tekankan Teladan Perjuangan Ulama

Haul Masyayikh Sidogiri ke-6, Wabup Sidoarjo Tekankan Teladan Perjuangan Ulama

Delta Post, Sidoarjo – Peringatan Haul Masyayikh Sidogiri ke-6 bukan sekadar agenda rutin keagamaan. Di tengah suasana Syawal yang masih hangat, kegiatan ini menjadi ruang refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga warisan nilai perjuangan ulama di tengah dinamika sosial saat ini.

Acara yang digelar di halaman Masjid Baitus Su’ada, Kecamatan Candi, Selasa malam (31/3/2026), itu dihadiri ratusan alumni santri Pondok Pesantren Sidogiri. Sejumlah tokoh ulama dan pejabat daerah turut hadir, memperkuat nuansa kebersamaan dalam forum yang sarat nilai spiritual tersebut.

Wakil Bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, yang hadir dalam kesempatan itu menegaskan bahwa haul memiliki makna lebih dari sekadar mengenang tokoh. Ia menilai, peringatan ini menjadi pengingat akan pentingnya meneladani perjuangan para masyayikh dalam membangun fondasi akhlak umat.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas kesempatan hadir di tengah para alumni dan tokoh agama. Ia juga menyinggung momentum Syawal sebagai ruang saling memaafkan.

“Masih dalam suasana bulan Syawal, dirinya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin serta memohon maaf lahir dan batin, serta berharap Allah SWT menerima amal ibadah seluruh hadirin.”

Menurutnya, karakter para masyayikh Sidogiri yang dikenal santun, penuh kasih, dan konsisten dalam perjuangan pendidikan menjadi nilai yang relevan untuk terus dihidupkan. Terlebih di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, keteladanan ulama dinilai menjadi penyeimbang moral masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa kontribusi pondok pesantren tidak hanya dalam bidang pendidikan, tetapi juga menjaga harmoni sosial. Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, kata dia, mengapresiasi peran tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan kedamaian.

“Haul bukan sekadar mengenang tokoh besar, tetapi menjadi momen refleksi untuk meneladani nilai-nilai perjuangan para masyayikh.”

Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antaralumni dan tokoh masyarakat. Kehadiran sejumlah figur seperti KH. Fuad Noerhasan, KH. Baharuddin Toyyib, KH. Ahmad Sa’dulloh Abd. Alim, hingga KH. Moh. Zuhri Zaini menunjukkan kuatnya jejaring keilmuan dan kekeluargaan yang terbangun dari pesantren Sidogiri.

Dalam konteks pembangunan daerah, Mimik Idayana berharap nilai-nilai perjuangan ulama dapat terus menjadi inspirasi. Ia menilai, pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembentukan karakter masyarakat yang religius dan berakhlak.

“Para masyayikh telah memberikan teladan luar biasa yang menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus berbuat kebaikan, menjaga kerukunan, dan membangun Sidoarjo yang religius, maju, dan sejahtera, Gemah Ripah Loh Jinawi.”

Di penghujung pernyataannya, ia juga memohon doa agar Kabupaten Sidoarjo terus berkembang ke arah yang lebih baik serta dipimpin oleh sosok yang amanah demi kemaslahatan masyarakat luas. (AR)

#HaulSidogiri

#SidoarjoReligius

#PeranUlama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *