Delta Post, Sidoarjo – Mobilitas masyarakat selama arus mudik Lebaran 2026 di Jawa Timur meningkat signifikan, ditandai lonjakan kendaraan dan penumpang di berbagai moda transportasi. Kepadatan tidak lagi terpusat di jalan tol, tetapi juga menyebar hingga jalur arteri.
Data Operasi Ketupat Semeru 2026 periode 13–24 Maret mencatat total kendaraan keluar-masuk Jawa Timur mencapai 1.938.668 unit. Angka ini naik sekitar 18 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 1.637.992 kendaraan.
Lonjakan terlihat tidak merata. Di sejumlah jalur arteri, peningkatan bahkan sangat tajam. Wilayah Magetan mencatat kenaikan lebih dari 400 persen, menunjukkan adanya pergeseran distribusi arus kendaraan selama musim mudik tahun ini.
Kabid Humas Polda Jawa Timur selaku Kasatgas Humas Operasi Ketupat Semeru 2026, Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K, menyebut kenaikan terjadi di seluruh jalur.“Secara umum terjadi peningkatan Arus Lalulintas, baik di Jalur Arteri maupun di Jalur Tol. Total Kendaraan yang Keluar Masuk di Jawa Timur naik sekitar 18 persen dibandingkan Tahun lalu,” ujarnya dalam keterangannya, Rabu (25/03/2026).
Jalur tol tetap menjadi pilihan utama dengan total 1.483.303 kendaraan atau naik 10 persen. Namun, jalur arteri menunjukkan lonjakan yang lebih fluktuatif di sejumlah titik.Di sisi lain, jumlah penumpang angkutan umum juga meningkat. Total penumpang mencapai 2.544.309 orang atau naik 22 persen dibandingkan tahun lalu yang tercatat 2.097.163 orang.
“Lonjakan Penumpang terlihat di berbagai Moda, baik di Jalur Darat, Jalur Laut, maupun di Jalur Udara. Ini menandakan Aktivitas Mudik Tahun ini berjalan sangat Dinamis,” tambahnya.
Peningkatan penumpang tercatat di berbagai simpul transportasi. Bandara Juanda melayani 522.135 penumpang atau naik 13 persen. Terminal Purabaya mencatat 472.519 penumpang, meningkat 22 persen.
Pada moda kereta api, Stasiun Gubeng mengalami kenaikan tertinggi hingga 41 persen menjadi 326.493 penumpang. Sementara Stasiun Pasar Turi mencatat 210.016 penumpang atau naik 18 persen.
Untuk jalur laut, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi mencatat 904.814 penumpang atau naik 21 persen. Berbeda dengan itu, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya justru mengalami penurunan sekitar 21 persen.Meski terjadi peningkatan signifikan, kondisi keamanan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga selama arus mudik dan balik.
“Alhamdulillah, meskipun terjadi sedikit Peningkatan yang cukup signifikan, situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas tetap Terjaga Kondusif. Maka hal ini berkat sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam Pengamanan Operasi Ketupat Semeru 2026,” pungkasnya. (Lisa/Arik/Bertus)
#ArusMudik2026
#MudikJawaTimur
#OperasiKetupatSemeru












