Delta Post, Sidoarjo – Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah membawa momen haru tersendiri di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya, Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Di tengah keramaian keluarga yang berkunjung, ada kisah pribadi Aisyah (28), narapidana muda yang harus merayakan lebaran di balik jeruji bersama bayinya yang baru berusia sepuluh bulan.
Bayi tersebut tetap berada satu sel dengannya agar mendapatkan ASI eksklusif, sebab tidak ada pihak lain yang bisa mengawasi bila harus dipisahkan.
“Bayi tinggal satu sel bersama saya karena masih membutuhkan ASI eksklusif. Selain itu, tidak ada yang menjaga jika harus terpisah jauh,” ujarnya.
Kesedihan Aisyah bertambah karena sang suami, ayah bayi, belum pernah menjenguk sejak dirinya mendekam di rutan. Namun, ia merasa bersyukur atas perhatian pihak pengelola rutan yang memastikan kebutuhan dasar sang bayi terpenuhi.
“Saya sudah 19 bulan disini. Tahun ini lebaran kedua dan ayah kandung bayi ini, belum pernah sekalipun menjenguk. Alhamdulillah saya berterimakasih sekali kepada pihak Rutan, karena kebutuhan bayi cukup terbantu,” tuturnya.
Kepala Rutan, Yuyun Nurliana, menjelaskan kebijakan kunjungan lebaran berlaku empat hari, dari Sabtu hingga Selasa (21–24 Maret 2026). Setiap sesi, pagi 08.00–11.00 WIB dan siang 13.00–15.00 WIB, dibatasi maksimal tujuh pengunjung.
“Pemeriksaan ketat berlapis bagi pengunjung bertujuan agar barang terlarang tidak masuk rutan, seperti narkoba dan benda berbahaya. Kami melakukan penggeledahan tubuh dan pemeriksaan barang bawaan dengan seksama,” terang Yuyun.
Selain kesempatan bertemu keluarga, Lebaran kali ini juga menjadi kabar baik bagi warga binaan. Dari total 247 penghuni, 99 narapidana mendapat Remisi Khusus (RK) I dengan potongan hukuman 15 hari hingga satu bulan, sementara satu narapidana memperoleh RK II alias bebas dan sudah pulang usai Salat Idul Fitri.
“RK II yakni bebas juga diberikan pada satu warga binaan dan sudah pulang usai sholat idul Fitri kemarin,” pungkas Karutan.
Di balik tembok besi, momen Idul Fitri tetap menghadirkan haru, syukur, dan kebersamaan mengingatkan bahwa perhatian keluarga dan pengelola rutan menjadi cahaya di hari yang seharusnya penuh sukacita. (Red)
#LebaranRutanSurabaya
#HaruDiBalikJeruji
#RemisiIdulFitri












