Beranda / Sosial / Puluhan Karangan Bunga Kritik DPRD Sidoarjo, Aliansi Peduli Sidoarjo Pertanyakan Kinerja Wakil Rakyat

Puluhan Karangan Bunga Kritik DPRD Sidoarjo, Aliansi Peduli Sidoarjo Pertanyakan Kinerja Wakil Rakyat

Delta Post, Sidoarjo – Deretan karangan bunga memenuhi halaman depan kantor DPRD Sidoarjo pada Senin (9/3/2026). Bukan ucapan selamat ataupun apresiasi, karangan bunga tersebut justru berisi kritik tajam yang ditujukan kepada para wakil rakyat di Kota Delta.

Karangan bunga bernada “ucapan duka” itu dikirim oleh Aliansi Peduli Sidoarjo yang tergabung dalam Laskar Jenggolo. Aksi tersebut menjadi bentuk sindiran terhadap kinerja DPRD yang dinilai kurang responsif terhadap berbagai persoalan daerah.

Sejumlah tulisan pada papan bunga memuat pesan bernada satire. Isinya menggambarkan kekecewaan sebagian masyarakat terhadap lembaga legislatif yang dianggap belum optimal menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah.

Di tengah deretan karangan bunga tersebut, Kamid, salah satu anggota Ormas KORAK yang juga tergabung dalam Laskar Jenggolo, menyampaikan bahwa kritik tersebut dimaksudkan sebagai pengingat bagi para pemangku kebijakan agar lebih terbuka kepada publik.

“Transparansi penggunaan dana APBD itu kewajiban. Rakyat berhak tahu uang mereka dipakai untuk apa,” ujar Kamid di depan kantor DPRD Sidoarjo.

Menurutnya, masyarakat menilai berbagai persoalan di Kabupaten Sidoarjo belum mendapat perhatian serius. Mulai dari polemik dualisme kepemimpinan daerah, dugaan penyimpangan penggunaan anggaran APBD, hingga kondisi infrastruktur yang dinilai masih memprihatinkan.

Beberapa ruas jalan di wilayah Sidoarjo disebut masih dipenuhi lubang dan belum mendapat penanganan optimal. Kondisi tersebut bahkan disebut telah menimbulkan korban di kalangan pengguna jalan.

Selain itu, isu mengenai penyaluran dana desa yang disebut-sebut belum terealisasi juga menjadi sorotan dalam aksi simbolik tersebut. Keterlambatan pencairan dana itu dinilai berpotensi menghambat pelayanan kepada masyarakat di tingkat desa.

Kamid juga menyinggung dinamika politik di tingkat pimpinan daerah yang menurutnya tidak seharusnya berdampak pada pelayanan publik. “Kalau elit politik berseteru, jangan rakyat yang jadi korban. Masalah kepemimpinan itu harusnya bisa dikesampingkan demi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Karangan bunga yang berjajar di depan gedung DPRD itu pun menjadi simbol kritik publik. Ketika gedung tersebut selama ini dikenal sebagai “rumah rakyat”, sebagian masyarakat justru datang membawa pesan bernada duka atas fungsi pengawasan yang dinilai belum berjalan maksimal.

Apakah sindiran melalui karangan bunga tersebut akan mendapat respons dari para wakil rakyat, atau hanya menjadi pemandangan sementara di halaman gedung dewan, masih menjadi pertanyaan bagi publik. (Red)

#DPRDSidoarjo

#KaranganBungaDPRD

#AliansiPeduliSidoarjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *