
Delta Post, Sidoarjo – Jawa Timur kembali menjadi magnet arus mudik nasional. Dengan proyeksi pergerakan mencapai 27,29 juta orang menuju provinsi ini, kesiapan simpul transportasi udara menjadi krusial. Di tengah estimasi 143,91 juta warga yang akan bepergian selama periode Lebaran 2026 secara nasional, Bandara Internasional Juanda mulai memadatkan barisan.
Langkah antisipatif itu bukan sekadar rutinitas tahunan. Manajemen bandara membaca situasi sebagai potensi lonjakan trafik yang signifikan, terutama saat puncak arus mudik dan arus balik Idul Fitri 2026. Dari terminal penumpang hingga sistem keamanan penerbangan, seluruh aspek operasional diklaim dalam tahap finalisasi pengecekan.
General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, menegaskan kesiapan tersebut menyeluruh di semua lini. “Kami memastikan seluruh aspek operasional dan fasilitas dalam kondisi siap, mulai dari terminal penumpang, area check-in, ruang tunggu, sistem keamanan, hingga kesiapan personel pelayanan. Kami berkomitmen menjaga standar pelayanan, keamanan, dan keselamatan penerbangan selama periode Angkutan Lebaran 2026,” ujarnya.
Secara teknis, manajemen telah melakukan inspeksi sarana dan prasarana, mulai dari toilet, musala, area parkir, hingga sistem keselamatan penerbangan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari standar pelayanan selama masa Angkutan Lebaran, yang setiap tahun identik dengan peningkatan intensitas operasional.
Di sisi lain, koordinasi lintas sektor juga diperkuat. Maskapai, otoritas penerbangan, TNI/Polri, serta instansi terkait dilibatkan dalam skema pengamanan dan pelayanan terpadu. Sinergi ini dipandang penting untuk menjaga ritme operasional tetap stabil di tengah tekanan volume penumpang.
“Kami terus berkoordinasi agar seluruh proses berjalan lancar dan pelayanan tetap optimal meskipun terjadi peningkatan jumlah penumpang,” tambahnya.
Data mobilitas nasional yang disampaikan Menteri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi, menjadi dasar penguatan skenario tersebut. Angka 143,91 juta pemudik secara nasional memberi sinyal bahwa periode Lebaran tahun ini berpotensi menjadi salah satu yang paling dinamis dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk sementara, pengajuan tambahan penerbangan (extra flight) belum masuk secara resmi dari maskapai. Pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan permohonan extra flight biasanya diajukan sekitar H-20 Lebaran, mengikuti tren permintaan pasar.
Tak hanya fokus pada kesiapan teknis, nuansa pelayanan juga diperhatikan. Manajemen bandara menyiapkan thematic event Ramadan dan Idul Fitri, pembagian takjil gratis, penampilan seni religi, suvenir bagi penumpang, hingga dekorasi khusus Lebaran di area terminal. Upaya ini diarahkan untuk menjaga kenyamanan sekaligus menghadirkan atmosfer kekeluargaan bagi para pemudik.
Sementara itu, pembentukan Posko Terpadu Angkutan Lebaran 2026 masih menunggu arahan dari Kementerian Perhubungan. Posko tersebut nantinya akan menjadi pusat koordinasi pengawasan dan respons cepat selama masa puncak pergerakan.
“Dengan persiapan yang telah kami lakukan secara menyeluruh, kami optimistis dapat melayani masyarakat dengan aman, nyaman, dan lancar selama periode mudik dan arus balik Idul Fitri 2026 di Bandara Juanda,” pungkas Muhammad Tohir. (AR)
#BandaraJuanda
#MudikLebaran2026
#ArusMudikJatim












