
Delta Post, Sidoarjo – Duka mendalam menyelimuti warga Desa Tebel Barat, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, usai dua bocah perempuan meninggal dunia dalam kecelakaan tragis di Jalan Raya Gedangan, Sabtu (16/5/2026) sore. Korban berinisial AF (13) dan LF (10), dua sahabat kecil yang dikenal tak pernah jauh satu sama lain.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 16.20 WIB di jalur padat arah Sidoarjo menuju Waru, tepat di dekat perempatan Gedangan. Kedua korban tewas di lokasi setelah sepeda motor yang mereka tumpangi terjatuh di samping truk molen yang sedang melintas.
Berdasarkan informasi di lokasi, saat kejadian AF mengendarai sepeda motor Honda BeAT bernopol W 3872 NEU dengan LF dibonceng di belakangnya. Mereka diduga hendak menuju SMP Dharma Wanita untuk mengecek proses pendaftaran sekolah.
Kapolsek Gedangan Kompol Anak Agung Gede mengatakan situasi berlangsung sangat cepat hingga tabrakan tidak dapat dihindari.
“Pengendara motor diduga terpeleset saat hendak naik ke bahu jalan hingga terjatuh. Nahas, dari belakang melaju truk molen yang kemudian menghantam korban,” jelasnya.
Motor yang dikendarai korban kemudian terjatuh tepat di sisi kendaraan truk molen Dynamix bernopol B 9489 BIA yang dikemudikan Muhammad Alvian (25), warga Medan, Sumatera Utara. Benturan keras membuat kedua korban mengalami luka fatal dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara.
Kecelakaan tersebut sontak mengundang perhatian warga dan pengguna jalan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kepadatan karena banyak pengendara memperlambat laju kendaraan saat proses evakuasi berlangsung.
Petugas kepolisian yang datang beberapa saat setelah kejadian langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengurai kemacetan di sekitar lokasi. Jenazah kedua korban kemudian dievakuasi untuk penanganan lebih lanjut.
Selain itu, kendaraan yang terlibat kecelakaan juga turut diamankan sebagai barang bukti guna kepentingan penyelidikan.
Kasus kecelakaan maut tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polresta Sidoarjo. Polisi masih melakukan pendalaman, termasuk pemeriksaan sejumlah saksi serta proses visum et repertum (VER).
(ADP)












