
Delta Post, Sidoarjo – Bangunan Pasar Modern Wadungasri di Desa Kepuhkiriman, Kecamatan Waru, kembali menjadi perhatian setelah bertahun-tahun belum juga difungsikan secara optimal. Proyek yang sejak awal dirancang sebagai pusat perdagangan modern itu kini justru tampak terbengkalai dan belum memiliki kepastian penyelesaian.
Kondisi tersebut ditemukan langsung Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Warih Andono, saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di kawasan pasar, Selasa (12/5/2026).
Dalam peninjauan itu, ia didampingi jajaran Dinas Pasar Kabupaten Sidoarjo, Camat Waru Farkan, serta sejumlah kepala desa di sekitar lokasi.Di sela sidak, rombongan mendapati sebagian area bawah bangunan digunakan sebagai lokasi parkir liar. Temuan itu dinilai menjadi persoalan tambahan karena berkaitan dengan pemanfaatan aset pemerintah daerah dan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Menurut Warih, keberadaan bangunan pasar yang mangkrak terlalu lama menjadi kerugian tersendiri bagi daerah. Apalagi proyek tersebut telah direncanakan sejak 2011 untuk menopang aktivitas ekonomi masyarakat Waru dan sekitarnya.
“Ini bukan temuan baru, tapi ini adalah aset Pemkab Sidoarjo yang direncanakan untuk pasar modern sejak 2011 dan mangkrak hingga 2017. Jika aset ini dibiarkan begitu saja, tentu sangat di sayangkan,” ujar Warih Andiono.
Informasi yang dihimpun di lokasi menyebutkan pembangunan pasar sempat terhenti setelah kontraktor pemenang tender meninggal dunia. Situasi itu disebut berdampak pada keberlanjutan proyek hingga proses pembangunan tidak lagi berjalan selama bertahun-tahun.
Persoalan tersebut kini mulai dibahas serius di lingkungan DPRD Sidoarjo. Komisi B DPRD disebut akan memanggil sejumlah pihak terkait untuk meminta penjelasan mengenai status proyek dan langkah penyelesaiannya.
“Kami sudah menelepon pimpinan Komisi B untuk segera melakukan hearing minggu ini. Kita akan bedah kembali perhitungannya dan melihat apakah kontraktor yang ada masih sanggup melanjutkan atau perlu langkah hukum dan teknis lainnya,” tambah politisi asal wilayah Kecamatan Waru tersebut.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo mengaku masih melakukan kajian teknis sebelum menentukan kelanjutan pembangunan pasar modern tersebut. Pemerintah daerah juga disebut akan menyesuaikan konsep pengelolaan pasar dengan kebutuhan perdagangan saat ini.
“Kalau secara teknis kita ini masih baru, nanti akan cek dulu. Intinya kita siap jika pasar akan dilanjutkan pembangunannya. Rencana pengelolaanya kita harus mengikuti perkembangan zaman agar bisa bersaing,” Ungkap Setya Handaka kabid Pasar sidoarjo.
Pasar Modern Wadungasri sebelumnya dirancang memiliki tiga hingga empat lantai dan diproyeksikan terintegrasi dengan pasar lama di sisi selatan kawasan Wadungasri. DPRD berharap aset tersebut nantinya benar-benar dapat dimanfaatkan untuk menghidupkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat serta mencegah bangunan pemerintah terus terbengkalai. (Red)
#PasarWadungasri
#DPRDSidoarjo
#PasarModernSidoarjo











