Beranda / Berita Internasional / Harga Minyak Tembus USD 110, BBM di Sejumlah Negara Naik Drastis

Harga Minyak Tembus USD 110, BBM di Sejumlah Negara Naik Drastis

Delta Post, Jakarta – Lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) di berbagai belahan dunia tak lagi bisa dibendung. Dalam beberapa pekan terakhir, tekanan terhadap pasar energi global semakin terasa, terutama setelah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Di tengah ketidakpastian tersebut, harga minyak dunia meroket dan memicu efek domino ke sektor hilir. Negara-negara berkembang menjadi yang paling merasakan dampaknya, dengan kenaikan harga yang jauh lebih tajam dibanding negara maju.

Mengutip statista.com, 25 Maret 2026, ditulis Sabtu (28/3/2026), harga minyak Brent naik di atas USD 110 per barel pada Jumat lalu, level tertinggi sejak pertengahan 2022 karena kekhawatiran meningkat atas gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, titik penting bagi aliran minyak global.

Kondisi ini menjelaskan mengapa lonjakan harga BBM tidak merata. Di Filipina, harga bensin melonjak lebih dari 50 persen, disusul Nigeria yang hampir menyentuh 49 persen. Myanmar bahkan mencatat kenaikan tertinggi hingga 55,4 persen, sementara Kamboja mencapai 52,8 persen.

Berbeda dengan negara berkembang, lonjakan di negara maju cenderung lebih terkendali. Amerika Serikat dan Kanada mengalami kenaikan harga bensin di kisaran 25 hingga 30 persen, sedangkan solar meningkat hingga 40 persen. Di Eropa, seperti Prancis dan Jerman, kenaikan relatif lebih moderat, yakni sekitar 17 persen untuk bensin dan hingga 30 persen untuk solar.

Sementara itu, kawasan Asia menunjukkan respons yang beragam. China, Korea Selatan, dan Jepang mampu menahan kenaikan harga di kisaran 2,5 hingga 10 persen melalui intervensi kebijakan pemerintah.Mengutip Anadolu, harga bahan bakar di Inggris telah naik sejak perang Iran-AS. Harga bensin melebihi USD 7,25 per gallon atau 1,5 poundsterling per liter dan naik 15% dibandingkan harga sebelum perang.Harga solar telah mencapai USD 8,54 per gallon atau 1,77 poundsterling per liter.

Fenomena ini tidak semata dipengaruhi harga minyak mentah global. Struktur harga BBM di tiap negara memiliki variabel berbeda, terutama pada aspek pajak dan distribusi. Meski biaya distribusi relatif kecil, kebijakan pajak menjadi faktor dominan yang menentukan mahal atau tidaknya harga di tingkat konsumen.

Dengan ketegangan geopolitik yang belum mereda, potensi kenaikan lanjutan masih terbuka. Stabilitas harga energi kini sangat bergantung pada situasi kawasan Timur Tengah yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. (Red)

#HargaBBM

#MinyakDunia

#KrisisEnergiGlobal

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *