Beranda / Pemerintah Daerah / Relokasi CFD ke Alun-Alun Dorong Penguatan UMKM di Sidoarjo

Relokasi CFD ke Alun-Alun Dorong Penguatan UMKM di Sidoarjo

Sidoarjo, Gema Nusantara – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo resmi merelokasi kegiatan Car Free Day (CFD) dari kawasan Jalan Ponti ke area Alun-Alun Sidoarjo. Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari penataan ruang publik sekaligus upaya mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pelaksanaan perdana CFD di lokasi baru bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Sidoarjo (Harjasda) ke-167. Sejak pukul 06.00 WIB, ribuan warga tampak memadati kawasan Alun-Alun hingga ruas Jalan Ahmad Yani dan Jalan Gajah Mada untuk berolahraga, berbelanja, serta menikmati berbagai layanan publik yang tersedia.

Ketua DPD PEDALINDO Sidoarjo, Sunyoto, menyampaikan apresiasi atas kebijakan Pemkab yang memberikan ruang usaha bagi pedagang kaki lima di pusat kota. Menurutnya, kawasan Alun-Alun memiliki potensi besar untuk meningkatkan omzet sekaligus memperluas jangkauan pasar pelaku UMKM.

Meski demikian, PEDALINDO menilai evaluasi tetap diperlukan agar seluruh pedagang yang sebelumnya berjualan di Jalan Ponti dapat terakomodasi. Junius Bram, Founder sekaligus Ketua Umum PEDALINDO, menyebut masih terdapat sekitar 200 pedagang yang belum memperoleh tempat di lokasi baru.

“Kami mengapresiasi relokasi ini, tetapi masih ada sekitar 200 anggota kami yang hingga saat ini belum mendapatkan tempat berjualan di CFD Alun-Alun,” kata Bram, Minggu (1/2/2026).

Bram menjelaskan, total anggota PEDALINDO yang sebelumnya beraktivitas di Jalan Ponti mencapai 3.700 orang. Jumlah tersebut terdiri dari 700 Pedagang Tetap (PT) dan 3.000 Pedagang Tidak Tetap (PTT).Dalam rapat koordinasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM, kuota pedagang tetap yang diajukan sebanyak 700 orang. Namun, keterbatasan lahan membuat Pemkab hanya mampu memfasilitasi 502 pedagang.

“Faktanya, pada hari pertama CFD Alun-Alun, sekitar 200 pedagang yang telah melalui proses seleksi masih belum mendapatkan ruang berjualan. Padahal kegiatan ini hanya berlangsung satu kali dalam sepekan,” ujarnya.

PEDALINDO berharap Pemkab Sidoarjo dapat mempertimbangkan perluasan area CFD agar lebih banyak pedagang bisa terakomodasi, terutama di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya stabil.

“Banyak warga yang berusaha mandiri tanpa membebani anggaran daerah. Kami berharap ada kebijakan yang lebih inklusif karena seluruh pedagang tersebut merupakan warga Sidoarjo,” tambah Bram.

Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi, CFD di kawasan Alun-Alun juga difungsikan sebagai ruang publik terpadu. Sejumlah layanan masyarakat turut disediakan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis, perizinan keliling, hingga fasilitas ramah anak dan lansia.

Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Perhubungan dan Satpol PP memastikan pengaturan lalu lintas, kantong parkir, serta penataan pedagang akan terus dievaluasi demi menjaga kenyamanan pengunjung dan kelancaran aktivitas kota.

Relokasi CFD ini diharapkan mampu memperkuat pertumbuhan UMKM sekaligus meningkatkan kualitas ruang publik di Kabupaten Sidoarjo. (Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *