Beranda / Transportasi / Exit Timur Terminal Purabaya Ditutup Sepekan, Kepadatan Mengular hingga Aloha

Exit Timur Terminal Purabaya Ditutup Sepekan, Kepadatan Mengular hingga Aloha

Delta Post, Sidoarjo – Penutupan pintu keluar sisi timur Terminal Purabaya, Bungurasih, Waru, selama sepekan memicu kepadatan lalu lintas di kawasan Flyover Waru hingga Aloha, Gedangan. Penutupan ini bukan tanpa alasan. Akses tersebut tengah dibetonisasi menyusul kerusakan parah akibat beban kendaraan berat yang kerap berhenti di luar area resmi terminal.

Selama proses pengerjaan, seluruh bus antarkota antarprovinsi (AKAP) dan antarkota dalam provinsi (AKDP) diarahkan keluar melalui pintu selatan menuju Jalan Letjen Sutoyo. Skema ini membuat kendaraan hanya diperbolehkan belok kiri ke arah Flyover Waru. Larangan belok kanan diberlakukan karena tingginya volume kendaraan dari arah barat, yang berpotensi memperparah simpul kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sidoarjo, Budi Basuki, menegaskan perbaikan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Komisi V DPR RI pada Februari lalu. Pekerjaan dilaksanakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kementerian Pekerjaan Umum.

“Perbaikan di pintu Terminal Bungurasih sisi timur dilakukan oleh Balai Besar Kementerian PU mulai 1 Maret sampai maksimal 7 Maret. Karena ini betonisasi, butuh waktu pengeringan,” ujarnya, Selasa (3/3).

Ruas yang diperbaiki memiliki panjang kurang lebih 225 meter. Pengerjaan dimulai Minggu (1/3) dan ditargetkan rampung paling lambat Sabtu (7/3). Secara teknis, estimasi waktu pengerjaan hanya lima hari. Namun, potensi hujan yang dapat memperlambat proses pengeringan beton membuat durasi diperpanjang hingga satu minggu.

Dampak rekayasa lalu lintas mulai terasa sejak hari pertama penutupan. Antrean kendaraan mengular di bawah Flyover Waru, bahkan pada jam-jam tertentu merambat hingga kawasan Aloha dan Pasmar. Dishub Sidoarjo bersama Polresta Sidoarjo serta pengelola terminal menempatkan petugas di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan.

“Konsekuensinya memang ada tundaan kendaraan di bawah Flyover Waru. Kepadatan bisa terjadi hingga Aloha, bahkan sampai Pasmar,” jelasnya. Di balik perbaikan ini, terdapat persoalan klasik yang belum sepenuhnya tertib. Kerusakan jalan disebut dipicu kebiasaan sebagian bus yang menaikkan penumpang di pintu keluar terminal, bukan di jalur resmi keberangkatan.

“Seharusnya penumpang dinaikkan di dalam terminal. Tapi masih ada bus yang berhenti di pintu keluar. Itu yang membuat jalan cepat rusak dan memicu kemacetan,” katanya.

Ke depan, Dishub berharap seluruh bus AKDP dan AKAP menaati aturan dengan menaikkan penumpang di dalam area terminal. Pengawasan akan diperketat melalui koordinasi dengan pengelola terminal dan aparat kepolisian guna mencegah praktik ngetem kembali terjadi.

“Kami berkoordinasi dengan Kepala Terminal untuk menempatkan petugas di pintu keluar. Dishub dan Satlantas membantu menghalau bus yang menaikkan penumpang di luar serta mengurai kemacetan,” pungkasnya. (AR)

#TerminalPurabaya

#Bungurasih

#FlyoverWaru

#DishubSidoarjo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *