Delta Post, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong para pengembang yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) Jawa Timur untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama DPD REI Jawa Timur di Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Sabtu (7/3/2026). Acara ini dihadiri jajaran pengurus REI, para pengembang, serta pelaku industri properti di Jawa Timur. Turut hadir Menteri Agama RI Nasaruddin Umar yang memberikan tausiyah.
Dalam kesempatan itu, Khofifah menegaskan bahwa sektor perumahan memiliki peran strategis karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta memberi akses hunian yang layak bagi masyarakat.
“Buka bersama ini bukan sekadar ajang silaturahim, tetapi juga momentum untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPD REI Jawa Timur dalam mendukung pembangunan sektor perumahan dan permukiman,” ujar Khofifah.
Pemprov Jatim, lanjutnya, terus mendukung program strategis pemerintah, termasuk pembangunan tiga juta rumah yang menargetkan satu juta rumah di kawasan perkotaan dan dua juta di pedesaan.
Di Jawa Timur, kontribusi pengembang dalam penyediaan rumah MBR tercatat 32.384 unit, terdiri dari 6.947 unit siap huni, 10.087 unit dalam proses pembangunan, serta 15.350 unit direncanakan dibangun pada 2026.
Selain itu, penyaluran FLPP pada periode 2023–2025 mencapai 45.543 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp5,3 triliun. Hingga Januari 2026, penyaluran kembali bertambah 795 unit, menjadikan Jawa Timur sebagai salah satu kontributor terbesar secara nasional.
“Kontribusi para pengembang sangat penting karena tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membuka lapangan kerja serta membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut juga diberikan santunan kepada anak-anak yatim. Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengingatkan pentingnya meningkatkan kepedulian sosial di bulan Ramadan.
“Bulan Ramadan ini penuh dengan keberkahan. Seyogyanya kita isi dengan kebaikan-kebaikan secara sungguh-sungguh, baik melalui peningkatan ibadah maupun kepedulian terhadap sesama. Shodaqoh juga merupakan sarana untuk menghilangkan bala dan bencana,” ungkapnya.
Khofifah berharap sinergi pemerintah dan pengembang terus diperkuat agar kebutuhan hunian masyarakat, khususnya MBR, dapat terpenuhi.
“Melalui kebersamaan dan sinergi yang kuat, kita optimistis dapat menghadirkan lebih banyak hunian yang layak, terjangkau, dan berkualitas bagi masyarakat Jawa Timur,” harapnya.(Red)
#KhofifahIndarParawansa
#REIJawaTimur
#Program3JutaRumah












